WARTA 24 JAMBI

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 19.24

Air Sungai Batanghari Terus Meningkat. Beberapa Daerah Mulai ...

Musibah Banjir

Air Sungai Batanghari Terus Meningkat. Beberapa Daerah Mulai Terendam

Air Sungai Batanghari Terus Meningkat. Beberapa Daerah Mulai Terendam, namun belum begitu mengkhawatirkan.

Air Sungai Batanghari Terus Meningkat. Beberapa Daerah Mulai TerendamTRIBUNJAMBI/ZULKIFLI

TRIBUNJAMBI.COM - Air Sungai Batanghari Terus Meningkat. Beberapa Daerah Mulai Terendam, namun belum begitu mengkhawatirkan.

Meski demikian, hingga kini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi belum menetapkan siaga banjir daerah.

Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah mengatakan, untuk membentuk satgas siaga banjir daerah ada beberapa prosedur yang harus dilakukan. Satu diantaranya adalah soal ketinggian muka air.

Kata Bachyuni, saat ini tinggi muka air yang terpantau belum begitu tinggi. BPBD akan mengeluarkan status level III apabila tinggi muka air yang terpantau ditanggo Rajo sekitar 13,87. Namun pantauan pada pukul 17.00 wib tinggi muka air sekita 13,30 meter.

"Selain itu harus ada laporan dari daerah, minimal tiga kabupaten yang terkena banjir," kata Bachyuni.

Setelah mendapatkan laporan dari daerah, pihaknya akan berkoordinasi dengan Basernas, BMKG, Polair dan instansi lainnya.

Ditanya kesiapan mereka menghadapi musibah banjir ini Bachyuni mengatakan bahwa mereka sudah siap menghadapinya. Bahkan semua perlengkapan sudah stand by, seperti tenda pengungsian, dapur umum, perahu karet, perahu ampibi dan perlengkapan lainnya.

"Yang terpenting personil. Trus Basarnas juga menyatakan siap untuk membantu kita," sebutnya.

Informasi yang didapat dari group WhatsApp BMKG, tin ggi Muka Air (TMA) Sungai Batanghari yg terukur tanggal 30 Nov 2017 jam 07.00 WIB pada Pos Ancol-Tanggo Rajo menunjukkan angka 13.25 MDPL. Mendekati batas SIAGA IV untuk Kota Jambi (13.85 MDPL). Sedangkan hasil pengukuran BPBD Batanghari pada Dermaga Muara Bulian justru mencapai 283 cm yg berarti SIAGA II-KRITIS dan mendekati Kategori SIAGA 1-BENCANA Bagi Kab. Batanghari yaitu pada level 301 cm.

Baca: Wisata Baru Bukit Simancik di Sungai Penuh Mulai Ramai, Namun Masih Terkendala Hal Ini

Baca: Janda Ini Bikin Seisi Bank Langsung Sibuk Saat Kartunya Keluar, Setelah Dihina Mengambil Uang

Cepatnya peningkatan TMA Sungai Batanghari ini merupakan dampak dari tingginya curah hujan di bagian hulu pada Dasarian III November. Hasil analisis curah hujan Nov Das III menunjukkan bahwa curah hujan bagian hulu mencapai kategori TINGGI-SANGAT TINGGI kecuali di sebagian besar Kab. Kerinci. Sebaliknya curah hujan di bagian Hilir justru berada pad a kategori RENDAH dan bersifat Dibawah Normal (BN). Hal ini seolah menegaskan bahwa banjir di Kota Jambi dan bagian hilir adalah sebuah banjir kiriman.

Hasil Monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) memperlihatkan bahwa sudah tidak terjadi hujan berturut-turut dalam Kategori Pendek (1-5 hari) di sebagian besar Provinsi Jambi, kecuali pada Kab. Sarolangun dan Merangin yg masih terjadi hujan pada tanggal update yaitu 30 November. Prediksi Probabilitas Dasarian untuk Desember Das I menunjukkan peluang curah hujan pada Kategori MENENGAH (51-150 mm/das) masih cukup besar, walaupun muncul peluang hujan kategori RENDAH di sekitar Tebo dan sebagian Bungo. Dengan kata lain, hujan masih berpeluang terjadi namun tidak sebanyak pada Periode November Das III.

Implikasi dari kondisi ini adalah akan melambatnya peningkatan TMA Sungai Batanghari dan bahkan cenderung tertahan. Namun untuk menjadi surut perlu waktu yg lebih lama karena masih ada hujan walaupun tidak merata dan terhambatnya pro ses keluarnya air sungai menuju laut akibat adanya pasang maksimum sebagai respon dari Bulan Purnama beberapa hari kedepan.

Musim hujan belum berakhir, Staklim Jambi memprediksi bahwa sepanjang periode Desember 2017-Februari 2018 curah hujan bagian hulu cenderung TINGGI. Maka peluang fluktuasi TMA Sungai Batanghari masih bisa terjadi. jadi kewaspadaan banjir masih harus terus ditingkatkan, dan upaya pertanaman pada sawah yg dekat bantaran sungai sebaiknya ditunda.

Penulis: muzakkir Editor: fifi Ikuti kami di Tak Sengaja Rekam Penampakan Wanita saat Main Kora-kora, Konon Korban Tewas di Wahana Itu Sumber: Google N ews | Warta 24 Batanghari

thumbnail

Posted by On 16.03

SAH dan Oneng Kaget Lihat Pintu Taman Batu Ditutup

SAH dan Oneng Kaget Lihat Pintu Taman Batu Ditutup

Rombongan Kementrian Pariwisata bersama ketua komisi X DPR Sutan Adil Hendra (SAH) kaget saat mengunjungi taman batu Merangin

SAH dan Oneng Kaget Lihat Pintu Taman Batu DitutupTRIBUN JAMBI/ROHMAYANA

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, MERANGIN - Rombongan Kementrian Pariwisata bersama ketua komisi X DPR Sutan Adil Hendra (SAH) kaget saat mengunjungi taman batu Merangin ditutup Kamis (30/11). Sehingga rombongan lewat melalui bawah plang yang ditutup.

Melihat keadaan tersebut SAH kecewa, karena seharusnya taman yang dijadikan pengunjung untuk istirahat tidak ditutup. Tetapi justru pada pukul 09.30 belum ada petugas y ang membuka taman tersebut.

Dari pantauan tribunjambi.com terlihat rumput yang tinggi disekitar taman. Bahkan bacaan Merangin pada lambang M terlihat sudah lepas.

Di pintu masuk menuju taman batu juga terlihat kaca yang masih dicoret silang. Bahkan resapan tanah masih terlihat bekas banjir. Terlihat seperti taman batu tidak dirawat dengan baik.

Mufid warga sekitar taman batu Desa Mudo mengaku memang saat hujan, taman batu tergenang oleh air.

"Kalau sudah hujan, milih-milih nak lewat mano, banyak aek tergenang," kata Mufid.

Sekitar taman batu juga masih terlihat gersang dan panas karena pohon hanya sedikit pohon. "Macam tulah kalo siang gersang, kalo ujan tergenang aik," ujarnya.

Sementara itu, Oneng Setiaharini menyebutkan bahwa taman batu sebenarnya menarik. Karena batu yang besar-besar seperti Sungkai biasanya dijadikan batu cincin tapi ini justru dijadikan taman.

"Tapi sayangnya tidak dirawat dengan baik, s ehingga belum menciptakan rasa nyaman, dan indah untuk dipandang," ujarnya.

SAH juga menyebutkan hal yang sama bahwa taman batu belum menciptakan estetika keindahan dimatanya. "Apalagi lihat rumput yang tinggi, dan plang yang masih ditutup. Kecewa rasanya," ujarnya.

Sementara itu Bupati Merangin Al Haris saat berjalan bersama rombongan mengelilingi taman batu terlihat membenarkan satu diantara huruf Merangin yang roboh. Ia juga sempat meminta agar kementrian Pariwisata dapat membantu anggaran taman batu, karena dirinya ingin membuat gazebo disekitar taman batu.

Penulis: Rohmayana Editor: fifi Ikuti kami di Tak Sengaja Rekam Penampakan Wanita saat Main Kora-kora, Konon Korban Tewas di Wahana Itu Sumber: Google News | Warta 24 Merangin

thumbnail

Posted by On 16.01

Plt Kadis PUPR Jambi Tetap akan Cek Kondisi Jembatan Batanghari II

Plt Kadis PUPR Jambi Tetap akan Cek Kondisi Jembatan Batanghari II

TRIBUN JAMBI.COM, JAMBI- Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Provinsi jambi, Tetap

Plt Kadis PUPR Jambi Tetap akan Cek Kondisi Jembatan Batanghari IIISTTongkang nyangkut di Jembatan Batanghari II, Jumat (1/12)

Laporan wartawan Tribun Ridwan Junaidi

TRIBUN JAMBI.COM, JAMBI- Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Provinsi jambi, Tetap Sinulingga mengatakan bahwa, kondisi jembatan Batanghari II pasca kapal tangker Pertamina tersangkut di pender (pengaman tiang jembatan) diyakini aman untuk dilewati pengendara.

"Tadi saya sudah t anya kepada Satker Balai jalan dan jembatan dan dijelaskan jembatan itu bukan ditabrak melainkan kapal tangker merapatkan ke pender, karena mesinnya mati. Tapi sekarang sudah lepas dan tidak ada lagi di sana," tutur Tetap yang menghubungi Tribunjambi.com, Sabtu (2/12) sore.

Kendatipun demikian, ujar Tetap Sinulingga dia dan staf akan turun melihat langsung kondisi tiang jembatan Batanghar II. "Satker Balai sudah jelaskan ke kita, tapi saya mau melihatnya besok," ujar Plt Kadis PUPR.

Penulis: ridwan Editor: ridwan Sumber: Tribun Jambi Ikuti kami di Tak Sengaja Rekam Penampakan Wanita saat Main Kora-kora, Konon Korban Tewas di Wahana Itu Sumber: Google News | Warta 24 Batanghari

no image

Posted by On 16.00

College, community come together at outdoor facility

GREENVILLE â€" Winter might be in the air, but on Thiel College’s football field, there is a heated oasis â€" minus the palm trees and coconuts.

For the eighth year, Thiel raised the Rissell-Schreyer Dome over its football field so that its outdoor sports teams have a place to practice and the community has an area to exercise and host events through the winter and into mid-March.

The dome-raising is a part of Thiel’s Winter Fest, which also features admissions and scholarship day events for prospective students.

Although the dome is just another sign of winter for most, Thiel students like junior softball player Isabella Bungo know the kind of work that goes into creating the tropical bubble.

The athletes help to construct the dome with nuts and bolts, Bungo said. They pull the rope through loops and pull the plastic material of the Dome taut. After working into the night to erect the dome, Bungo said it’s rewarding to see the finished project, and to be protected from the snowy winter during practice.

Bungo attended the dome opening for the first time when she visited the college as a high school student. She was surprised that a school as small as Thiel would have an amenity such as the dome.

“It was neat to see we would have the dome in the winter. I’ve never seen that in a small school,” Bungo said.

Than Oo, director of student activities and involvement, said that the dome opener is also a way fo r prospective students to see what Thiel has to offer, not just in terms of academics, but also the social and fun side of the college. There are always many clubs, sororities and fraternities at the opener, which helps students get involved, Oo said.

From that first dome opener experience, Bungo said she saw students talking and hanging out. It was also the first time she met all of her teammates.

“It was nice to see that a lot of students came together for the dome opener,” Bungo said “… It was nice to see a mix of everyone mingling an getting along.”

For the dome opening on Friday, the kickoff included laser tag, face painting, airbrush T-shirts, a rock climbing wall, inflatables, cornhole games and more. There was also a buffet that included food from around the United States.

After Friday, the dome will primarily be a space for exercise. The hours when community members can use the dome are not yet determined, but they will be posted on the o utside of the dome as well as on Thiel’s website. The dome is closed to the community during team practices.

During times when community members and students use the dome simultaneously, it facilitates interactions that lead to something greater.

Students make connections with the people who live in Greenville and walk in the dome, which sometimes leads to internships and jobs, Oo said. In return, community members get the chance to see the college through the eyes of students.

“It’s our biggest event for the fall semester, and I know a lot of the community members are excited for it because they can come into the dome and are free to walk around the dome while still getting their steps in,” Oo said.

“It’s a big part of Thiel college,” Bungo said. “I think it’s one of the bigger attractions that we have.”

Follow Natalie Eastwood on Facebook or on Twitter @natalie_herald. Email her at neastwood@sharonherald.com.< /p>

This Week's Circulars

Sumber: Google News | Warta 24 Bungo